~Saut Situmorang
maukah kau kucintai dengan cinta yang pernah kecewa? masih murnikah
cinta yang pernah kecewa?
apakah cinta itu cuma cinta pertama? kalau
cinta pertama memang tak punya makna, lantas punya maknakah cinta cinta
berikutnya?
aku ingin mencintaimu dengan cinta yang pernah kecewa.
maukah kau menerimanya? maukah kau mencintai cinta yang pernah kecewa?
aku ingin mencintaimu dengan cinta yang pernah kecewa,
bukan dengan
metafora metafora seperti penyair tua yang sok tahu tentang cinta itu!
tapi apakah kau juga akan mencintaiku dengan cinta yang pernah kecewa?
air hujan yang jatuh dari wuwungan rumah selalu mengingatkanku
padamu…
entah kenapa, air hujan selalu mengingatkanku padamu.
apakah air
hujan juga selalu mengingatkanmu padaku? entah kenapa, air hujan selalu
mengingatkanku padamu.
baiklah aku akan melupakanmu seperti kau sudah melupakan namaku waktu
kemarin kita bertemu di tangga tangga batu di kota kecil yang jauh itu.
aku akan melupakanmu tapi aku akan mengingat namamu.
aku akan
melupakanmu tapi aku akan mengingat wajahmu.
aku akan melupakanmu tapi
aku akan mengingat cintamu, dulu.
mana mungkin hujan berhenti turun ke
bumi?
mana mungkin aku berhenti mengenangmu?
mana mungkin kau berhenti
melupakanku?
Jogjakarta, 18 April 2013