Semalam rindu datang, mengetuk jendela dalam keheningan.
Dia membawa ranting kering yg daunnya mulai menguning.
Ah,, ternyata rindu tak selamanya berwarna jingga.
Ada juga yang kelabu, serupa mendung yang tak menurunkan hujan.
Sayang rindu terlalu buru-buru berlalu,
padahal aku baru hendak mewarnai langit untukmu
dengan warna-warna rinduku yang selalu biru
Dulu aku pernah memiliki satu rindu utuh dalam diriku.
Dulu...
Kini, yang separuhnya kusimpan dalam puisi
separuhnya lagi kusimpan di langit senja
Akan kutitip rinduku padanya sepenggal demi sepenggal
sebelum tenggelam ke kaki ajal
Rindu yang lelah
Rindu yang ada
Rindu yang menanti
Rindu yang terhenti
Rindu yang terpisah jarak
Meski sesungguhnya ia tak pernah pergi dari hati dan benak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar