Kamis, 05 Maret 2015

Hujan Tak Pernah Kecewa



meski angin menghempaskannya
hujan tak pernah kecewa
takdir menghendakinya demikian


maka ia bergerak
menempuh perjalanan panjang…
membasahi bukit, pucuk pohon, dan padang ilalang
jatuh di atap rumah, bangku taman, dan trotoar

 
berakhir di sungai besar dan bermuara di lautan
atau sekedar menjadi genangan air di selokan…

hanya kali ini, sepertinya ia akan pergi lama
dan selalu ada momen saat riak kembali rata sesaat
menandakan jeda yang kadang terasa berat


suatu hari ia mungkin akan kembali
menjadi gumpalan awan
sebelum luruh menjadi bulir hujan
saat itulah ia mungkin bisa tersenyum...


dan meski angin kembali menghempaskannya
hujan tak pernah kecewa
hanya kali ini, ia berharap tak lupa berkata
sampai jumpa…




Tidak ada komentar:

Posting Komentar